Palu, kota-palu.kpu.go.id – Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrit (daring dan luring) penguatan kapasitas KPU Provinsi dan KPU kabupaten dan kota, rabu (1/4/2026) bertempat di Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Peserta ketua, anggota dan pejabat struktural KPU Provinsi, kabupaten kota se Sulawesi Tengah. Kehadiran enam komisioner KPU Republil Indonesia, termasuk sekretaris jendral dan beberapa deputi kesekjenan KPU RI, dalam rangkaian beberapa kegiatan termasuk peresmian gudang logistik, pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) data pemilih di KPU Kabupaten Sigi. Salahsatu anggota KPU Idham Holik dalam kesempatan memberikan arahannya bahwa Kegiatan nontahapan akan menantang karena program efesiensi yang terus dan tidak terhindarkan. Namun tetap diperlukan semangat kerja mengawal kegiatan yang ada. " Kegiatan efesiensi jidil kedua ini, tetap perlu peningkatan literasi pemilu, melalui fokus group diskusi, kajian-kajian, dengan kemampuan yang kita miliki perlu optimalisasi kerjasama di dorong oleh semangat elektoral", ujar Idham. Lanjut Idham kondisi sekarang pasca pemilu dan awal pemilu sulit dibedakan, karena pasca pemilu seyogyanya adalah bagian dari awal persiapan-persiapan pemilu. Lebih lanjut belajar dari evaluasi yang telah kita lakukan dapat menginspirasi kita dan kita memikirkan bagaimana design pemilu kita kedepan. "Evaluasi pemilu yang kita lakukan dulu, jadikan inspirasi untuk tata kelola pemilu yang lebih baik lagi kedepan", ucapnya. Penjelasan panjang Idham mengutip pendapat ahli dalam teori electoral governance (tata kelola pemilu). Bahwa electoral governance menurut Shaheen Mozaffar dan Andreas Schedler dibagi menjadi tiga dimensi fungsional utama, yaitu: 1. Pembuatan Aturan (Rule-Making) tahap ini berkaitan dengan penyusunan kerangka hukum dan aturan main pemilu. agar memiliki kepastian hukum. 2. Penerapan Aturan (Rule-Application) Tahap ini berkaitan dengan implementasi atau pelaksanaan teknis dari aturan yang telah dibuat. 3. Ajudikasi Aturan (Rule-Adjudication) tahap ini berkaitan dengan penyelesaian sengketa. Tata kelola pemilu yang dilakukan untuk upaya meningkatkan integritas pemilu, negara kita indonesia dari data jumlah pemilih di dunia kita peringkat ketiga terbesar setelah india dan amerika. "Perlu dekorasi pemilu kita yang berangkat dari tantangan dan corak yang berbeda setiap daerah. Kemampuan KPU pusat dalam melihat luasnya negara indonesia perlu informasi dari setiap daerah dengan lokalitas yang khas", harapnya. Idham mengingatkan bahwa evaluasi dari pelajaran pemiku oerlu di tungakan gagasan-gagasan tertulis berupa opini, artikel yang sudah direncanakan penyusunannya melalui rapat koordinasi berjenjang. "Gagasan-gagasan setiap daerah perlu di tulis dalam bentuk artikel, seperti arahan surat beberapa waktu yang lalu", tutupnya. [Humas KPU Kota Palu, Fitra/ft Rudi/ed Arga]